Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Teknologi Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Teknologi Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi

Dalam konteks TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau ICT (Information and Communication Technology) Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.
Tetapi jika kedua jenis teknologi tersebut definisinya dipisah, maka dapat didefinisikan bahwa teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
 
Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.
Secara sederhana, teknologi informasi adalah segala sesuatu tentang bagaimana komputer bekerja dan apa yang dapat dilakukan oleh komputer, sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu tentang pemberian fasilitas untuk komunikasi antara orang dengan orang, atau orang dengan mesin/komputer, atau mesin dengan mesin.
Teknologi komunikasi tidak hanya mencakup komputer saja, tetapi juga termasuk telepon, radio, fax dan peralatan lainnya.
Teknologi informasi dibentuk dari komponen teknologi komputer dan muatan informasi. Pada awal ditemukannya komputer atau awal digunakannya komputer, istilah Teknologi Informasi belum dikenal, yang dikenal adalah teknologi komputer, EDP (electronic data processing) atau teknologi pengolahan data elektronik.
Baru sekitar awal tahun 80-an, sebutan untuk unit kerja yang melakukan pengolahan data elektronik berubah dari EDP menjadi unit kerja Teknologi Informasi, kadang ada juga yang salah penulisannya, yaitu unit kerja Teknologi & Informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah identik dengan teknologi telekomunikasi yang menjadi inti proses penyebaran informasi.
Uraian tersebut di atas adalah perbedaan definisi antara teknologi informasi dan teknologi komunikasi, jika memang diinginkan adanya pemisahan definisi dari kedua istilah tersebut. Tetapi kenyataannya dalam konteks TIK kedua istilah tersebut tidak dapat dipisahkan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan teknologi yang dibangun dengan basis utama teknologi komputer. Perkembangan teknologi komputer yang terus berlanjut membawa implikasi utama teknologi ini pada proses pengolahan data yang berujung pada informasi.
Hasil keluaran dari teknologi komputer yang merupakan komponen yang lebih berguna dari sekedar tumpukan data, membuat teknologi komputer dan teknologi pendukung proses operasinya mendapat julukan baru, yaitu teknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi dan komunikasi disusun oleh tiga matra utama teknologi yaitu:
  • Teknologi komputer, yang menjadi pendorong utama perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Teknologi telekomunikasi, yang menjadi inti proses penyebaran informasi.
  • Muatan informasi atau content informasi, yang menjadi faktor pendorong utama implementasi teknologi informasi dan komunikasi.
Kenyataan sejarah dunia mencatat masing – masing dari ketiga matra penyusun teknologi informasi dan komunikasi di atas, pada awalnya berkembang saling terpisah. Teknologi komputer berkembang dalam lingkup matematika dan cenderung lebih teoritis.
Teknologi telekomunikasi berkembang luas dalam dunia bisnis dan ekonomi menjadi pilar pendukung teknologi transportasi dalam revolusi industri. Sedangkan ilmu informasi muncul pada awal perang dunia II.
Kemenangan dan kekalahan sebuah pasukan di medan perang dunia II ditentukan oleh akurasi informasi. Setelah itu, konsep ilmu informasi berkembang pesat.
Sehingga 3 (tiga) matra penyusun teknologi informasi dan komunikasi tersebut mulai berkembang secara konvergen mengikuti konsep ilmu informasi yang semakin matang.
Perpaduan ketiga matra tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Silakan kunjungi IT Governance Online untuk melihat dan menyimak pembahasan yang lebih lengkap terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Pengertian Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya.
Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah :
1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
3. Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
4. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.

PERBEDAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.
Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada.
Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.
 
BENTUK TEKNOLOGI INFORMASI
A. Komunikasi Suara
Merupakan bentuk komunikasi mempergunakan suara dan indera pendengaran dari tempat yang terpisah dengan jarak tertentu.
B. Komunikasi Tulisan dan Gambar
Merupakan komunikasi yang mengirimkan informasi berbentuk tulisan dan gambar. Gambar yang dikirim dapat berupa gambar hidup (video) atau gambar diam, misalnya gambar teknik atau gambar grafik.
C.Komunikasi Data
Informasi berupa data dan berita yang dikirimkan dengan menggunakan komputer sebagai media pengirim dan media penerima informasi, serta dengan menggunakan jaringan telepon (Public Switched Telephone Network) atau menggunakan jaringan telepon khusus (leased line atau private line).

PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi.

PROSES PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu :
A. Tahapan inisiasi
Terdapat dua tingkatan, yaitu :
1.Tingkatan Agenda-Setting
2.Tingkatan Matching
Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbulah keinginan untuk mengadopsi teknologi komunikasi yang diinginkan.
B. Tahapan implementasi
Terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.Tingkatan redefining (mengartikan ulang)
2.Tingkatan clarifying (menjelaskan)
3.Tingkatan routinizing (kebiasaan)

PERSPEKTIF TENTANG PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI.
Suatu organisasi/lembaga pengguna teknologi komunikasi
memandang penerapan teknologi komunikasi sebagai :
1. Manajemen sistem
2. Proses birokrasi
3. Pengembangan Organisasi
4. Proses Tawar menawar
Perspektif tentang penerapan teknologi komunikasi adalah :
1. Teknosentrik
2. Sosiosentrik
3. Konflik
4. Desain sistem

PELAKU TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu :
1.Pemakai
2. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
3. Produsen peralatan komunikasi
4. Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis dan teknis
dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.

UNSUR UNSUR TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Unsur-unsur teknologi komunikasi adalah :
1.Informasi, dapat berupa tulisan, suara, musik, gambar,dan data yang memiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
2.Alat yang dipergunakan untuk meneruskan informasi, dengan media transmisi dan sistem modulasi
3.Dengan cara yang sesuai,bentuk akhir ( informasi yang diterima ) harus seserupa mungkin dengan bentuk awal ( informasi yang dikirimkan ) dan dalam batas-batas distorsi yang dapat ditolerir.
4.Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.

PERFORMANCE SISTEM KOMUNIKASI
Faktor-faktor yang menentukan penampilan (performance)
sistem komunikasi adalah:
1.Berita (informasi) harus dapat dimengerti oleh penerima
2.Karakteristik sistem komunikasi
3. Gangguan selama pengiriman informasi.

METODE PENYAMPAIAN INFORMASI
Penyampaian informasi dapat dibedakan atas :
•Komunikasi dari titik ke titik (point to point) Informasi dari satu sumber hanya disampaikan pada satu penerima saja.
•Komunikasi dari satu titik ke segala penjuru (broadcasting) Informasi dapat diambil oleh siapapun yang memerlukan Informasi dari sumber dan disebarluaskan ke seluruh penjuru secara bersamaan.
Kesimpulan: Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.

Sumber :  http://opr3kkomd4.wordpress.com/2010/03/03/pengertian-teknologi-komunikasi/

Perkembangan Teknologi


Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan  cara  penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan  istilah Teknologi  Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak  bermakna di dinding-dinding,  peletakkan tonggak sejarah dalam  bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia  arus informasi yang  kemudian dikenal dengan nama INTERNET.
       Informasi yang  disampaikan  pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik  bertempur. 

Masa Pra-Sejarah (...s/d 3000 SM)

       Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan  manusia pada masa  itu berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan  bentuk-bentuk yang mereka kenal,  mereka menggambarkan informasi  yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua,  tentang berburu  dan binatang buruannya. Pada masa itu mereka mulai melakukan  pengidentifikasian  benda-benda yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal dan  mewakilinya  dengan bentuk-bentuk yang kemudian mereka lukis pada dinding gua  tempat mereka tinggal, karena kemampuan mereka dalam berbahasa  hanya berkisar  pada bentuk suara dengusan dan isyarat tangan sebagai  bentuk awal komunikasi  mereka pada masa itu.
Masa Pra-Sejarah (...s/d 3000 SM)
       Perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya  alat-alat  yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang,  terompet yang terbuat dari  tanduk binatang, isyarat asap sebagai  alat pemberi peringatan terhadap  bahaya.
Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)

      Pada masa itu Teknologi Informasi belum menjadi teknologi  masal  seperti yang kita kenal sekarang ini, teknologi informasi  masih digunakan oleh  kalangan-kalangan terbatas saja, digunakan  pada saat-saat khusus, dan mahal!

3000  SM
       Untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh  bangsa  sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf  sebagai huruf.
Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk  bunyi yang  berbeda(penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat  dan bahasa.
Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)

2900 SM       Penggunakan Huruf  Hierogliph  pada bangsa Mesir Kuno.
Hierogliph merupakan bahasa  simbol dimana setiap  ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda,  yang ketifka digabungkan menjadi  satu akan mempunyai cara pengucapan  dan arti yang berbeda, bentuk tulisan dan  bahasa hierogliph ini  lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa  Sumeria.
Masa Sejarah (3000 SM s/d  1400-an  M)

500  SM       Serat Papyrus digunakan sebagai  kertas
Kertas yang  terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar  sungai  Nil ini menjadi media menulis/media informasi yang lebih kuat dan  fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya  digunakan  sebagai media informasi.
Masa Sejarah (3000 SM s/d  1400-an  M)

105  M       Bangsa Cina menemukan  Kertas
Kertas yang ditemukan  oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas  yang kita kenal sekarang,  kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan,  disaring,dicuci  kemudian diratakan dan dikeringkan, penemuan ini juga  memungkinkan  sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang  ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang  dengan sistem  Cap.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1455       Mesin Cetak  yang menggunakan plat huruf yang tebuat dari besi yang bisa diganti-ganti  dalam  bingkai yang tebuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama  kalinya oleh  Johann Gutenberg.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1830       Augusta Lady Byron Menulis program  komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage  menggunakan  mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan  data, mengolah data dan  menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah  kartu. Mesin ini dikenal sebagai  bentuk komputer digital yang  pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat  mekanis daripada  bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama  ENIAC  I dibentuk.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1837
       Samuel Morse  mengembangkan  Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir William  Cook dan Sir Charles  Wheatstone yang dikirim secara elektronik  antara 2 tempat yang berjauhan melalui  kabel yang menghubungkan  kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan  Informasi ini  mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan  waktunya.  Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan  secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1899
       Dipergunakan sistem penyimpanan  dalam Tape  (pita) Magnetis yang pertama.

Tahun 1923
       Zvorkyn  menciptakan tabung  TV yang pertama.

Tahun 1940
       Dimulainya  pengembangan Ilmu  Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa  Perang Dunia 2 yang dipergunakan  untuk kepentingan pengiriman  dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang  disimpan dalam bentuk  magnetic tape.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1945
       Vannevar Bush mengembangkan  sistem pengkodean  menggunakan Hypertext.

Tahun 1946        Komputer  digital pertama didunia  ENIAC I dikembangkan.

Tahun  1948       Para peneliti di  Bell Telephone mengembangkan Transistor.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1957       Jean Hoerni  mengembangkan  transistor Planar. Teknologi ini memungkinkan pengembangan  jutaan bahkan  milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping  kecil kristal silikon.

       USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan  sputnik sebagai satelit bumi buatan yang  pertama yang bertugas  sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk  Advance  Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan  Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi  dalam  bidang Militer.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1962
       Rand Paul  Barand, dari  perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu  sistem jaringan  desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem  pemboman dan peluncuran peluru  kendali dalam perang Nuklir.

Tahun  1969       Sistem jaringan yang  pertama dibentuk dengan menghubungkan  4 nodes (titik), antara University of  California, SRI (Stanford),  University California of Santa Barbara, dan  University of Utah.dengan  kekuatan 50Kbps.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1972
       Ray Tomlinson  menciptakan  program e-mail yang pertama.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1973 - 1990
       Istilah INTERNET diperkenalkan  dalam  sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan  sebuah protokol  jaringan yang kemudian difkenal dengan nama TCP/IP  yang dikembangkan oleh grup  dari DARPA, 1981 National Science  Foundation mengembangkan Backbone yang disebut  CSNET dengan kapasitas  56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan.  kemudian pada  tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai  alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.
Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun 1991- Sekarang
       Sistem  bisnis  dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam  menanggulangi biaya  operasionalnya memungut bayaran dari para  anggotanya. 1992 pembentukan komunitas  Internet, dan diperkenalkannya  istilah World Wide Web oleh CERN. 1993, NSF  membentuk InterNIC  untuk menyediakan jasa pelayanan Internet menyangkut  direktori  dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), Jasa Registrasi  (oleh Network Solution Inc,), dan jasa Informasi (oleh General  Atomics/CERFnet),1994 pertumbuhan Internet melaju dengan sangat  cepat dan mulai  merambah kedalam segala segi kehidupan manusia  dan menjadi bagian yang tidak  dapat dipisahkan dari manusia. 1995.
       Perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi  provider dengan membeli  jaringan di Backbone, langkah ini memulai pengembangan  Teknologi  Informasi khususnya Internet dan penelitian-penelitian untuk  mengembangkan  sistem dan alat yang lebih canggih.
       Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dari masa ke masa mulai dari masa Prasejarah sampai saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi tersebut telah menciptakan suatu revolusi yang disebut dengan revolusi informasi. perkembangan informasi dunia sekarang terikat menjadi satu oleh sistem elektronik yang menyalurkan berita dan data dengan kecepatan cahaya ke seluruh dunia.

Pengertian dan Filosofi Teknologi

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains.
Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar (basic science and fundamental) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan (applied science and applied research). Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapi tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya (Djoyohadikusumo 1994, 223).
Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra (107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis (manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.
Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.
Dari pandangan semacam itu, kemudian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktis atau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barat telah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.
KONSEP TEKNOLOGI (NEW)
Teknologi menurut Gorokhov (1998) secara konseptual memiliki tiga makna prinsip, yaitu, (1) teknologi (secara teknis) sebagai agrerat dari semua artifak-artifak manusia yang dipergunakan, mulai dari perkakas sampai dengan sistem teknologis kompleks yang berskala besar; (2) teknologi sebagai agregat dari seluruh aktivitas teknis, penemuan yang bersifat invention (penciptaan) dan discovery (penemuan), riset dan pengembangan, dan tahapan-tahapan dalam penciptaan teknologis yang berhasil, serta penyebarannya ke masyarakat secara luas; dan (3) teknologi sebagai agregat dari keseluruhan pengetahuan teknis, mulai dari teknik yang sangat khusus dan praktik-praktiknya sampai pada sistem teknologis-saintifik teoretis termasuk pengetahuan mengenai perekayasaan (engineering knowlodge) dan know-how-nya.Dengan demikian, teknologi, menurut Gorokhov (1998), didefinisikan sebagai studi mengenai hubungan antara umat manusia dan dunia yang dimanifestasikan dalam pandangan teknologis dunia, studi mengenai fenomena teknologis sebagai keseluruhan, menempatkan teknologi dalam perkembangan masyarakat sebagai keseluruhan (dan bukan hanya perkembangan teknologi yang terisolasi), dan dalam dimensi historis, antara restrospektif dan prospektif.
Tujuan dari studi teknologi menurut Gorokhov (1998) terutama difokuskan pada sains teknis atau perekayasaan, produksi teknis, aktivitas, dan pengetahuan sebagai fenomena kebudayaan; dan pengembangan kesadaran teknologis, terutama pemahaman diri dari engineer dan teknisi dalam praktik perekayasaan dan pengetahuan teknis.
Pandangan yang hampir mirip dengan Gorokhov (1998), digagas oleh Quintanilla (1998) berkaitan dengan Technological Progress hubungannya dengan Filsafat Teknologi. Quintanalla (1998) membagi pandangan dalam filsafat teknologi dalam tiga pandangan, yaitu pandangan kognitif, pandangan instrumental dan pandangan praksiologis. Masing-masing pandangan tersebut akan diikuti oleh perubahan dan kemajuan teknologi yang berbeda.
Dalam pandangan kognitif, teknologi merupakan bentuk pengetahuan praktis berbasiskan sains yang mengarahkan kita untuk mendesain artifak secara efisien untuk memecahkan masalah praktis. Perubahan teknologis terutama memproduksi lebih jauh riset aplikasi saintifik dan pengembangan pengetahuan teknologis. Sedangkan kemajuan teknis konsisten dengan peningkatan pengetahuan dan tergantung, pada ekstensi yang luas, dalam kemajuan (Quintanilla 1998).
Dari pandangan instrumental, teknologi adalah set dari artifak-artifak yang secara intensif didesain dan diproduksi untuk melaksanakan fungsi dan pemuas kebutuhan manusia. Perubahan teknologi dalam pandangan instrumental konsisisten dengan peningkatan kuantitas dan beragam artifak. Sedangkan kemajuan technological didefinisikan sebagai fungsi kuantitas dan kepentingan dari kebutuhan manusia yang dapat memuaskan mereka dalam perangkat teknologis yang dapat dipakai (Quintanilla 1998).
Pandangan ketiga, yang merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Quintanilla (1996) dalam Quintanilla (1998), yaitu dari pendekatan praksiologis, dasar dari entitas teknologis bukanlah sistem pengetahuan (pandangan kognitif) maupun set dari artifak (pandangan instrumental), tetapi lebih merupakan sistem yang kompleks yang dibentuk dari artifak-artifak ditambah dengan penggunanya atau intentional operator. Dari pandangan tersebut, Quintanilla (1998) dapat membuat karakterisasi dari sistem teknologis sebagai sistem-sistem aksi yang secara intensional diorientasikan pada transformasi objek konkret agar memperoleh, dalam tingkat efisiensi, hasil yang bernilai. Perubahan teknologis konsisten dalam mendesain dan memproduksi sistem teknik yang baru dan dalam pengembangan yang berkaitan dengan efisiensi. Sedangkan kemajuan teknologis dapat diinterpretasikan sebagai kenaikan kekuasaan manusia dalam mengendalikan realitas. Sistem teknisnya yang baru dan lebih efisien diaplikasikan pada bagian yang baru dan lebih luas dari realitas yang berarti kapasitas tertinggi untuk melakukan adaptasi realitas bagi kepuasan manusia.
Dari pandangannya mengenai praksiologis tersebut, Quintanilla (1998) kemudian memberikan inti dari kemajuan teknologis. Pertama, Tujuan teknologi adalah untuk meningkatkan kekuasaan manusia dalam mengendalikan dan menciptakan realitas. Kedua, Pengembangan teknologis memiliki dimensi ganda, yaitu inovasi dan efisiensi. Ketiga, dalam mengkarakterisasikan kemajuan teknis sebagai peningkatan kekuasaan manusia terhadap realitas, strategi yang perlu dilakukan secara konsisten adalah dengan mendefinisikan fungsi kemajuan teknologis yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi.
Yang menjadi masalah dalam pemikiran Quintanalla (1998) adalah akhir dari artikelnya tersebut, ketika teknologi dihadapkan dengan masalah moral. Menurutnya, tidak ada kaitan antara teori kemajuan teknologis dan pertanyaan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, ekonomi, sosial, dan lainnya. Menurut Quintanalla (1998), hal tersebut jelas dalam dua hal; pertama, penjelasan tujuan sistem teknis adalah komponen esensial dari definisi sistem teknis itu sendiri. Kedua, konsekuensi praktis berkaitan dengan teori standar kemajuan teknologis (yang telah dijelaskan di atas) tidak hanya diakibatkan dari tingkat inovasi dan efisiensi teknis saja, tetapi kondisi material kehidupan manusia.
Pemikiran filosofis dari teknologi yang dilakukan Quintanalla (1998) tersebut, adalah bentuk dari tercerabutnya nilai-nilai dalam kebudayaan manusia sekaligus terpisahnya teknologi dari ibu kandungnya, yaitu sains. Bahkan ditegaskan oleh Gorokhov (1998):
Jika kita berpikir tentang teknologi sebagai penciptaan lingkungan baru (“a second nature”), kemudian di sana terdapat tiga fase pengembangan teknologi modern: kaitan teknologi pada sains, kaitannya dengan ekonomi, dan kaitannya dengan lingkungan. Filsafat teknologi baru harus mulai dikembangkan sebagai pengembangan scientific-technological tersendiri dengan memasukkan filsafat lingkungan, termasuk filsafat pembangunan berkelanjutan.
Kritik nilai dan moral terhadap teknologi bukannya tidak dilakukan dari kalangan Barat sendiri. Diingatkan Van Melsen (1985, 111) bahwa selama ini manusia kurang belajar bagaimana hidup dengan teknologi, sehingga mereka terkesan lebih sebagai hamba teknologi daripada sebagai tuannya. Oleh Mumford (1977) dalam Mangunwijaya (1985), dikatakan semua ini berawal dari transformasi radikal seluruh kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertemuan antara matematika dan fisika dengan teknologi. Yaitu pergeseran dari teknik empiris berdasar tradisi ke suatu cara eksperimental, yang berkembang menjadi bom atom, pesawat supersonik, informasi sibernetik (komputasi), komunikasi jarak jauh, yang perkembangannya ditempuh dalam waktu relatif pendek, dari perkembangan teknologi sebelumnya. Hal itu menurut Van Melsen (1985, 111) terdapat tiga kemungkinan yang menyebabkannya. Pertama, belum sempurnanya teknologi, atau kedua, teknologi telah menimbulkan bentuk-bentuk praksis lain yang mengharuskan kita belajar dalam hubungan sosial yang baru; atau ketiga, disebabkan juga karena lemahnya refleksi filosofis dan etis atas bentuk-bentuk baru di bidang ilmu pengetahuan dan praksis beserta implikasinya.

Berikan Senyuman Terbaikmu ;)